Selasa, 08 Februari 2011

Ayo menuju yahoo klik disini
Go to Google

Bimbingan Anak SD

PERAN BIMBINGAN BELAJAR BERBAHASA
BAGI ANAK SEKOLAH DASAR
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat kelulusan dalam
Program Diploma II Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar
Disusun Oleh
Nama : Oktika Dewi Waluyo Putri
NIM : 1402204646
PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2006
i
HALAMAN PENGESAHAN
PERAN BIMBINGAN BELAJAR BERBAHASA
BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Diajukan untuk memenuhi Persyaratan Akademis
pada Lembaga Pendidikan D2 PGKSD
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Tahun 2006
Oleh :
Oktika Dewi Waluyo Putri
NIM : 1402204646
Laporan ini telah disetujui dan disahkan pada :
Hari :
Tanggal :
Mengetahui
Kepala Dosen Pembimbing
SD. Kembang Arum 01
Suranto Dra. Renggani
NIP NIP. 1311265578
Menyetujui
Drs. Jaino M.Pd
NIP
ii
MOTTO dan PERSEMBAHAN
Motto
- Jadilah dirimu sendiri ( be your self )
- Selalu ikhtiar dan tawakal
- Tebarkanlah perasaan cinta dan kasih kepada siapapun
- Jangan menilai sesuatu dari luar, ketahuilah apa yang yang tersebunyi
didalamnya
- Berkacalah paad cermin
- Jangan mudah menyerah
- Berjuanglah sekuat tenaga untuk menggapai apa yang kamu inginkan
- Take easy
Persembahan
Laporan ini Penulis Persembahkan Kepada :
􀂃 Keluarga besar yang telah mendukung dan memberi semangat.
􀂃 Drs. Sutaryono, M.Pd selaku ketua Program D2 PGKSD
􀂃 Drs. Jaino, M.Pd selaku ketua UPP Semarang PGKSD
􀂃 Dra. Renggani selaku Dosen Pembimbing PPL
􀂃 Mas tercinta yang sudah membantu saya
􀂃 Teman – teman dan sahabat yang telah banyak memberi
masukan
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
berbagai anugerah kepada penulis, diantaranya adalah berupa kesempatan dan
kemampuan untuk menyelesaikan penulisan laporan yang berjudul “ Peran
Bimbingan Belajar Berbahasa Bagi Siswa Sekolah Dasar”. Pada hakekatnya, hanya
karena izin – Nya lah penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Adapun tujuan
disusunnya laporan ini yaitu untuk memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah PPL II
PGKSD di Universitas Negeri Semarang.
Tersusunnya laporan ini juga dikarenakan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
- Drs. Siswanto M.M selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES
- Drs. Sutaryono, M.Pd selaku ketua Program D2 PGKSD UNNES
- Drs. Jaino, M.Pd selaku ketua UPP Semarang PGKSD UNNES
- Dra. Renggani selaku Dosen Pembimbing PPL
- Bpk Suranto selaku Kepala Sekolah SD. Kembang Arum yang telah berkenan
memberikan ijin dan tempat dalam PPL I dan PPL II
- Bapak dan Ibu Guru SD. Kembang Arum
- Semua rekan yang telah membantu dalam penyusunan laporan.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan
laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita
semua.
Semarang, September 2006
Penulis
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ---------------------------------------------------------- i
MOTTO DAN PERSEMBAHAN----------------------------------------------------- ii
KATA PENGANTAR ----------------------------------------------------------------- iii
DAFTAR ISI -----------------------------------------------------------------------------iv
BAB I
PENDAHULUAN----------------------------------------------------------------------- 1
A. LATAR BELAKANG MASALAH ---------------------------------------------- 1
B. MASALAH -------------------------------------------------------------------------- 2
C. RUMUSAN MASALAH----------------------------------------------------------- 3
D. TUJUAN ----------------------------------------------------------------------------- 8
E. MANFAAT -------------------------------------------------------------------------- 9
BAB II
LANDASAN TEORI------------------------------------------------------------------ 11
BAB III
LAPORAN HASIL PENGAMATAN ----------------------------------------------- 13
BAB IV
PENUTUP------------------------------------------------------------------------------- 16
A. SIMPULAN ------------------------------------------------------------------------ 16
B. SARAN------------------------------------------------------------------------------ 16
DAFTAR PUSTAKA------------------------------------------------------------------ 17
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial tidak bias dipisahkan dari kegiatan saling
berkomunikasi. Untuk berkomunikasi manusia memerlukan suatu media, terutama
yaitu bahasa. Oleh karenanya setiap masyarakat manusia mempunyai bahasa. Di
permukaan bumi ini dapat dijumpai beribu – ribu bahasa manusia. Wujud bahasa
yang ada sungguh bervariasi, ada yang sangat mendekati sama sampai berbeda.
Walaupun setiap bahasa itu memiliki karakteristik bervariasi, setiap bahasa
memiliki karakteristik yang bersifat umum.
Untuk memenuhi karakteristik, bahasa diidentifikasikan sebagai berikut,
yaitu : words, sequencing, infinite generativity, displacement, dan rule system.
Pertama, setiap bahasa mempunyai kata – kata. Kedua, urutan kata – kata
merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. Ketiga, infinite
generativity suatu kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat
bermakna yang terbatas yang menggunakan suatu himpunan kata dan aturan yang
terbatas, sehingga menjadikan bahasa sebagi suatu perusahaan yang sangat
kreatif. Keempat, displacement adalah penggunaan bahasa untuk
berkomunikasikan informasi tentang suatu tempat dan waktu yang lain, walaupun
kita menggunakan bahasa untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi di
lingkungan kita. Kelima, Rule System merupakan aspek yang sangat penting
2
sebagai karakteristik suatu bahasa. Berdasarkan karakteristik sebagai suatu system
symbol dan urutan kata – kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang
lain.
B. Masalah
Tingkat perkembangan bahasa yang berbeda dapat mempengaruhi cara
anak untuk berkomunikasi dan menyampaikan apa yang mereka rasakan. Adapun
cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah perkembangan berbahasa
anak yaitu pentingnya bimbingan dan peran serta orang tua, guru dan lingkungan.
Dalam penanganannya ada baiknya guru memahami terlebih dahulu tentang
karakteristik yang dimiliki anak dan mengetahui penyebab – penyebab mengapa
anak tidak dapat berbahasa / berkomunikasi dengan baik. Setelah guru memahami
hal tersebut, guru akan lebih mudah menentukan pendekatan yang paling tepat
untuk digunakan dalam memberikan bimbingan belajar berbahasa untuk anak SD.
C. Rumusan Masalah
a) Sebelum melaksanakan bimbingan, terlebih dahulu guru mengetahui
beberapa tingkatan perkembangan belajar pada anak, ada sejumlah
perubahan perkembangan berbahasa yang terjadi pada anak.
1) Berkenaan dengan Fonologi, beberapa anak usia pra – sekolah memiliki
kesulitan dalam mengucapkan kelompok konsonan ( misalnya, str …
seperti strike ). Mengucapkan beberapa fonem yang lebih sulit … r,
3
misalnya masih merupakan masalah bagi anak, yang diduga akan berlanjut
ketika anak memasuki usia SD.
2) Berkenaan dengan morfologi, bahwa pada kenyataannya. Anak – anak itu
juga dapat mengembangkan ungkapan lebih dari dua kata – kata setiap
kalimatnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah mengetahui
morfologis. Misalnya, membuat kata kerja aktif dan pasif. Kakak memukul
saya dan Saya dipukul Kakak.
3) Berkenaan dengan sintaksis. Bahwa anak – anak belajar dan menerapkan
secara aktif aturan – aturan yang dapat ditemukan pada tingkat sintaksis.
Setelah anak – anak mengembangkan kalimatnya dengan dua kata lebih,
mereka mulai berbicara dengan urutan kata yang menunjukkan suatu
pendekatan yang meningkat terhadap aturan yang kompleks tentang
bagaimana kata – kata seterusnya di urutkan. Misalnya untuk membuat
kalimat positif ( pernyataan ), seharusnya kata benda ( sebagai subjek )
mendahului kata kerja ( predikat ) seperti. Badu membawa buku, bukan
membawa buku Badu.
Ketika anak sudah mencapai usia SD, mereka menjadi lebih
terampil dalam menggunakan aturan sintaksis untuk menyusun kalimat
yang panjang dan kompleks, misalnya “ Orang yang membantu ayah di
toko sedang pergi keluar kota”. Anak yang mampu membuat kalimat
seperti itu menunjukkan bahwa mereka sudah mampu menggabungkan dua
kalimat sederhana menjadi satu kalimat baru.
4
4) Berkenaan dengan sematik, bahwa begitu anak sudah mampu
menggunakan kalimat lebih dari kata, anak – anak sudah mampu
mengembangkan pengetahuan tentang makna dan cepatnya.
Adapun perbedaan – perbedaan antara bahasa anak usia dua dan enam tahun,
diantaranya : Pertama, anak usia enam tahun memiliki ketrampilan dalam
berdialog lebih baik, sehingga dapat tercipta percakapan yang berarti.
Kedua, anak – anak berusia 6 tahun lebih mampu menunjukkan gaya bicara
yang sesuai dengan situasi sosial dan dengan siapa mereka berbicara.
b) Tingkat perkembangan berbahasa anak usia Sekolah Dasar
Usia sekolah adalah periode yang sangat kreatif dalam
perkembangan berbahasa, berubah dari bentuk bahasanya sampai dengan
penggunaan bahasa. Bahasa kreatif anak – anak usia sekolah dapat didengar
dalam bentuk nyanyian , sajak, dan dolanan atau dalam buku otoboigrafi.
Kreatifitas dapat dicerminkan dalam keseluruhan perkembangan bahasa.
Usia – usia sekolah di karakteristikkan dengan pertumbuhan dalam
semua aspek bahasa., walaupun perkembangan pragmatic dan sematik
nampak yang sangat lazim. Secara keseluruhan perkembangan bahasa itu
lambat, tetapi perbedaan individual sangat besar. Hal ini dapat disebabkan
oleh pengalaman setiap individu, baik di rumah, di sekolah, maupun di
lingkungan sosial lainnya. Semakin
5
Tingkat Perkembangan Berbahasa Anak Usia Sekolah
1 Perkembangan pragmatik
Bidang pertumbuhan linguistik yang sangat penting selama masa usia
sekolah adalah penggunaan bahasa atau pragmatic. Dalam hal ini kita
melihat interaksi bahasa dan sosialisasi.
2 Perkembangan semantik
Selama masa – masa usia sekolah, individu meningkatkan jumlah
pebendaharaan dan spesifikasi definisi. Karena pada masa ini dia ingin
sekali memanifestasikan rasa ingin tahunya. Secara berangsur – angsur,
dia mendapatkan suatu pengetahuan makna yang abstrak yang bebas dari
konteks tertentu atau interprestasi individual.
Setelah guru mengetahui tingkatan perkembangan berbahasa anak
sekolah dasar, guru mengharapkan agar apa yang ditargetkan tercapai. Jika
dalam prosesnya ada siswa yang masih kurang dalam perkembangan
bahasanya, ada baiknya guru memberi bimbingan yang bersifat formal dan
non formal.
Adapun pengertian dari suatu bimbingan atau bantuan, yang berarti
bimbingan ialah mengembangkan lingkungan yang kondusif baik
perkembangan individu, memberikan dorongan, menumbuhkan keberanian
mengubah perilaku dan menerima tanggung jawab. Pendek kata, bantuan
dalam arti bimbingan bukanlah memaksakan kehendak pembimbing kepada
6
individu atau peserta didik melainkan menumbuhkan kemampuan peserta
didik untuk mengambil keputusan sendiri.
Dalam tingkatan perkembangannya, banyak sekali kendala yang
mungkin dihadapi oleh peserta didik. Berikur ini akan dijabarkan jenis
kesulitan belajar berbahasa anak berdasarkan aspek – aspeknya dan
bimbingan apa yang akan diberikan.
I. Aspek berbicara
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam berbicara tampak pada hal –
hal berikut :
- Kesulitan dalam menyampaikan sesuatu dihadapan orang lain
dengan menggunakan bahasanya sendiri.
Cara – cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut
adalah sebagai berikut :
- Guru memberikan motivasi
- Menumbuhkan sikap percaya diri
- Membiasakan untuk berdialog dengan siswa / peserta didik
II. Aspek mendengarkan
Kesulitan dbelajar yang dialami siswa dalam mendengarkan tampak pada
hal – hal berikut.:
- Kesulitan mengartikan suatu bacaan atau kata – kata yang telah
mereka dengar
7
Cara – cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut
adalah sebagai berikut :
- Memberikan motivasi
- Mengatur letak tempat duduk
- Membiasakan dalam setiap proses pembelajaran siswa diminta
menuliskan kembali apa yang mereka dengar.
III. Aspek membaca
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam membaca tampak pada hal –
hal berikut :
- Kesulitan saat siswa membaca wacana dan dalam mengartikan kata
– kata yang sulit dalam pengejaan kalimat.
Cara – cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut
adalah sebagai berikut :
- Memberikan motivasi
- Mengajarkan metode SAS kepada siswa
- Membiasakan dalam setiap proses pembelajaran siswa diminta
untuk membaca teks, baik dongeng maupun cerita pendek
IV. Aspek menulis
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam menulis tampat pada – hal –
hal sebagai berikut :
- Kesulitan saat siswa menulis dapat dilihat pada saat menuliskan
kalimat dari beberapa kata.
8
Cara – cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut
adalah sebagai berikut :
- Memberikan motivasi
- Mengajarkan penulisan dengan cara menggunakan buku halus
- Mengajarkan cara menulis dengan rapi
- Membiasakan dalam setiap proses pembelajaran siswa diminta
untuk menuliskan kembali bacaan dengan bahasanya sendiri.
Setelah guru melaksanakan bimbingan dalam pembelajaran,
guru mengharapkan adanya perubahan yang terjadi dari segala aspek
berbahasa dari aspek berbicara, membaca, mendengarkan, dan
menulis.
Peran bimbingan dapat diimplikasikan dalam pembelajaran di
sekolah, secara konkret inplementasi bimbingan di sekolah akan
terwujud di dalam proses interaksi antara peserta didik dengan guru
atau guru membimbing di dalam kelompoknya. Proses interaksi yang
dirancang berdasarkan pendekatan perkembangan tidak semata –
mata bersifat intruksional tetapi bersifat tradisional. Artinya masalah
relasi interaksi guru dengan peserta didik menjadi salah satu unsur
penting di dalam proses bimbingan.
D. Tujuan
9
Dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan pasti mempunyai tujuan yang
ingin di capai. Begitu pula kegiatan bimbingan berbahasa yang diberikan untuk
usia dini dan sekolah, mempunyai beberapa tujuan antara lain ( bimbingan belajar
ini diberikan bagi siswa yang belum dapat melakukan kegiatan berbahasa dengan
baik ) :
1) Siswa yang belum dapat berbahasa dengan baik di latih untuk mampu
mengutarakan pendapat dan gagasan dengan baik dan sistematis.
2) Siswa diharapkan mampu mengembangkan ketrampilan berbahasa dalam
hal menyusun kata hingga menjadi kalimat.
3) Siswa yang belum mampu dan unsur kebahasaan kurang baik tetap dilatih
dengan upaya membaca buku cerita dan dibimbing untuk berkomunikasi
dalam setiap kegiatan secara rutin.
Dengan mendapatkan bimbingan baik secara formal dan non formal bertujuan
agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran.
E. Manfaat
Setelah membaca Laporan Bimbingan dalam Perkembangan Berbahasa
Anak, tentunya ada beberapa manfaat yang dapat diambil :
1) Bila Kegiatan Belajar Mengajar yang diciptakan efektif, maka
perkembangan berbahasa anak akan dapat berjalan secara optimal.
Sebaliknya bahwa jika Kegiatan Belajar Mengajar berjalan secara kurang
10
efektif, maka diduga perkembangan berbahasa anak akan mengalami
hambatan.
2) Mengetahui bahwa bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang paling
efektif dalam pergaulan sosial.
3) Pemberian lingkungan yang kondusif bagi perkembangan berbahasa
sangatlah diperlukan. Lingkungan yang kondusif dapat tercipta sesuai
dengan kebutuhan naka untuk perkembangan bahasa pada saatnya, akan
berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak, tidak hanya
sebagai pengguna bahasa yang pasif, melainkan juga dapat menjadi
pengguna bahasa yang aktif.
11
BAB II
LANDASAN TEORI
Berikut ini adalah beberapa teori yang dijadikan sebagai landasan / dasar
dalam pelaksanaan pemberian bimbingan belajar kebahasan bagi siswa SD yang
belum dapat untuk berbahasa secara baik, antara lain :
1 Ahmadi dan Pupriyono ( 1991 ) yang emmaparkan bahwa kemampuan belajar
pada setiap individu siswa tidak sama; ada yang cepat dan ada yang lambat
menangkap isi pelajaran. Perbedaan individual itulah yang menyebabkan
perlunya bimbingan belajar.
2 Brook ( 1981 ) dalam buku The Process of Parenting, menyatakan bahwa secara
umum kesulitan belajar diartikan sebagai kekurangan dalam proses belajar yang
mendasar, baik dari dalam dirinya maupun dari orang tua atau lingkungannya.
Oleh karena itu pemberian bimbingan belajar sangat diperlukan bagi siswa.
3 Crow and Crow ( 1992; 2 ) dalam buku Erman Anti, menyatakan bahwa
bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun
wanita yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan
yang memadai kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur
kegiatan, keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.
4 Jones ( 1970 : 10 ) dalam buku Djumhur dan M. Surya mengatakan bahwa
bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu – individu dalam
menentukan pilihan – pilihan dan mengadakan berbagai penyesuaian dengan
bijaksana dengan lingkungannya.
12
5 Mortensen and Scmuller ( 1994; 94 ) dalam buku Prayitno dan Erman Amti yang
menyebutkan bahwa bimbingan diartikan sebagai bagian dari keseluruhan
pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan – kesempatan pribadi dan
layanan staf ahli dengan cara dimana setiap individu dapat mengembangkan
kemampuan – kemampuan dan kesanggupan sepenuh – penuhnya sesuai dengan
ide – ide demokrasi.
13
BAB III
LAPORAN HASIL PENGAMATAN
A. Pelaksanaan Pengamatan dan Data Siswa
Pengamatan tentang Bimbingan Belajar dan Perkembangan Bahasa bagi
Siswa SD ini dilaksanakan di SD Kembangarum 01. Berikut adalah data siswa
yang menjadi objek pengamatan :
Nama Siswa : Ardinka Ermawan Permana
Tempat/Tgl lahir : Jln. Rorojonggrang I
Kelas : 6A
Bersekolah di : SD Kembangarum 01
Nama Ayah : Partono
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Nama Ibu : Lastri
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Anak ke :2 dari 3 bersaudara
B. Perbedaan sebelum dan Sesudah diBimbing
Selama proses pengamatan yang dilakukan terhadap anak yang
bersangkutan, di setiap kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kelas
siswa ini lebih sering diam jika gurunya bertanya dan kurang menunjukkan
semangatnya untuk mempelajari materi yang diajarkan guru.
14
Sebelum dilakukan Bimbingan Belajar terhadap siswa tersebut. Guru
tidak mengetahui apa penyebabnya, yang menjadika siswa tersebut lebih diam
jika dibandingkan dengan siswa-siswa yang lain. Selain jumlah siswa terlalu
banyak untuk diampu oleh seorang guru kelas,guru tersebut juga
harusmengajarkan lebih dari satu mata pelajaran,bukan hanya mengajarkan
pelajaran Bahasa Indonesia saja. Maka dari itu, untuk mangetahui apa penyebab
dan bagaimana cara untuk mengatasi kesulitan belajar Berbahasa, perlu
dilaksanakan program Bimbingan Belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan
belajar Berbahasa.
Berikut ini merupakan beberapa perbedaan yang ditampakkan oleh siswa
antara sebelum dan sesudah dibimbing:
1 Siswa sebelum dibimbing
- Setiap pembelajaran dalam kelas siswa kurang aktif bertanya,menjawab
Pertanyaan ataupun memberi pendapat.
- Siswa selalu depresi saat mengetahui bahwa ia ditunjuk oleh guru.
- Siswa takut menyampaikan pendapatnya karena kurang Percaya Diri.
- Siswa tidak minat mengikuti pelajaran karena dibayangi dengan rasa
takut.
- Siswa malu jika ditunjuk untuk maju didepan kelas.
- Siswa selalu beralasan jika mendapat tugas dari guru untuk maju
didepan kelas.
- Jika diberi tugas,siswa lama untuk menyelesaikannya.
15
2 Siswa sesudah dibimbing
Setelah mengikuti program bimbingan belajar Berbahasa. Siswa
menunjukkkan beberapa perubahan yang lebih maju, antara lain :
- Siswa aktif dalam pembelajaran
- Siswa antusias saat ditunjuk oleh guru
- Seswa berani untuk menyampaikan pendapatnya.
- Siswa semangat untuk mengikuti pelajaran
- Siswa bersaing untuk maju kedepan kelas.
- Siswa mampu mengerjakan tugas yang diberika oleh guru
- Siswa cepat menyelesaikan tugas.
16
BAB IV
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dari pengamatan yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa tinggkat
perkembangan Berbahasa anak sangat berbeda dari waktu kewaktu. Oleh sebab
itu, Bimbingan yang diberikanpun berbeda, di dalam tahap usia dini cara untuk
mengembangkan boleh dengan membiasakan mereka untuk membaca, baik
membaca buku cerita, komik, dan dongeng.
Untuk tahap anak usia sekolah, terutama kelas tinggi sangat diperlukan
peran orang tua untuk membiasakan anak membaca buku yang lebih
berkompeten, membiasakan diri untuk berkomunikasi, dan perlunya bantuan
Bimbingan dari orang tua serta lingkungannya yang kondusif dan mendukung
bagi perkembanggan individu agar dapat memberikan dorongan, menumbuhkan
keberanian mengubah perilaku dan menerima tanggung jawab/
B. SARAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Maka perlu dilaksanakan
Bimbingan belajar pada anak yang mengalami kesulitan belajar. Hendaknya
guru harus mengenal karakteristik dan permasalahan yang dihadapi siswa
sebelum memberikan Bimbingan agar bantuan yang diberikan dapat mencapai
hasil yang maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
17
DAFTAR PUSTAKA
Mulyati, Yeti, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi, Jakarta :
Depdiknas, 2004.
Dantes, Nyoman; Sunaryo, Landasan – Landasan Pendidikan Sekolah Dasar,
Semarang : UPT UNNES, 1997.
Mugiarso, Heru; Awalya; M.Th. Sri Hartati; Sinta Saraswati, Bimbingan dan
Konseling, Semarang : UPT UNNES Press, 2004.

Senin, 07 Februari 2011

body {
background:url(http://www.HostingGambarAnda.com/anak sd belajar.jpg);
margin:0;
color:$textcolor;
font:x-small Arial sans-serif;
font-size/* */:/**/small;
font-size: /**/small;
text-align: center;
}